Ujian Nasional SD Berlaku Mulai 2008

Depdiknas memastikan Ujian Nasional (UN) untuk
Sekolah Dasar (SD) berlaku pada 2008. UU Sisdiknas 2003 mengisyaratkan
adanya UN untuk SD yang dimulai 2008. Untuk itu, Depdiknas mengharapkan
pada saat itu seluruh gedung SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) tuntas
direhabilitasi, agar bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk
menghadapi Ujian Nasional (UN) tingkat SD.

Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
(Dikdasmen) Depdiknas Suyanto mengatakan, UN SD itu untuk mencapai
standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan secara
nasional.

“Ujian Nasional itu untuk menentukan sejauh mana
pencapaian isi pendidikan yang telah diraih oleh perserta didik,
termasuk juga murid SD,” kata Suyanto seraya menambahkan UN itu menjadi
semacam alat ukur bagi tahapan pendidikan, Senin (4/12).

Menurut
rencana pada 2007 mulai dilakukan uji coba UN SD untuk mata pelajaran
Matematika dan bahasa Indonesia. Hasil UN SD ini bukan persyaratan
untuk masuk SMP. Untuk itu, orang tua tidak perlu khawatir. Apalagi,
standar kelulusan serta kesulitan soal bias lebih rendah dibandingkan
yang sudah diajarkan di sekolah.

Sudah waktunya kita mencontoh,
seperti Amerika atau Australia yang menerapkan setiap tiga tahun
diadakan evaluasi. Targetnya, untuk mengetahui kemampuan membaca,
menulis dan berhitung. “Jadi, pada akhir enam tahun pertama sekolah
atau setara lulus SD di Indonesia sudah bisa baca, tulis dan hitung,”
jelasnya.

Mengenai banyaknya sekolah yang melakukan pelatihan
siswanya untuk mengejar kemungkinan UN SD tahun ini, hal itu baik saja,
karena juga bisa memicu semangat belajar anak didik.

Soal
kemungkinan kesenjangan antara anak di pelosok Nusantara dengan anak di
kota atau materinya dinilai terlalu berat bagi anak kampung, Bahrul
mengatakan, pemerintah mengupayakan pembelajaran melalui televisi
edukasi (TVE).

Satu kabupaten mempunyai satu, yang bisa langsung
merilai siaran yang berisi materi pembelajaran untuk matapelajaran
Matematika, Bahasa Indonesia, Sains, IPS dan pelajaran yang lain.

Praktiknya
guru akan menjelaskan kepada murid per tema yang sedang direlai, materi
bisa dikopi kemudian dijelaskan ulang kepada siswa. Tetapi materi
dengan menggunakan TVE ini untuk tahun 2006 diutamakan baru untuk SMP
menyusul kemudian SD, dan SMA/SMK.

Dia mengharapkan kalau
masyarakat, khususnya orang tua murid, agar jangan cemas mengenai
adanya UN bagai murid SD. Sebab, UN hanya untuk mengukur prestasi murid
sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Apa
yang dicemaskan dari UN. Masyarakat, seharusnya tidak perlu cemas. Dan,
tidak perlu juga mempersoalkan ada atau tidak ada UN,” katanya seraya
menambahkan UN itu hanya alat untuk mengukur, sebuah standar kompetensi
nasional.

Sejauh mana daya serap murid-murid SD terhadap isi
kurikulum yang dipelajarinya selama enam tahun itu. Sebagaimana alat
ukur lainnya, seperti juga standar isi pendidikan, standar sarana dan
prasarana, dan standar-standar lainnya diukur dengan ujian nasional.

Ketika
ditanya soal pertimbangan wajib belajar sembilan tahun, sehingga tidak
dibutuhkan UN bagi murid kelas VI SD, dia menegaskan UN itu hanya untuk
mengukur kemampuan peserta didik.(indonesia)

Write Your Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: