TOEIC Siswa SMK Harus 400

Tuntutan dunia pendidikan sepertinya semakin berat setiap tahun. Bahkan ditargetkan tahun 2009 mendatang, khususnya bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bidang studi Bahasa Inggris, seluruh siswa harus memiliki TOEIC (Test of English for International Communication) dengan nilai 400. Tahun 2009, syarat lulusan SMK harus memliki skor TOEIC 400. Agar bisa mencapai syarat itu, haruslah mutu gurunya yang lebih dulu ditingkatkan. “Bagaimana kita meningkatkan mutu siswa bila mutu gurunya masih minim? Karena itu, gurunya juga harus memiliki skor TOEIC minimal 600,” tandas Mangasa Aritonang MA, Instruktur Bahasa Inggris Pusat Penataran Guru (PPPG) Kejuruan Jakarta ditemui di Diknas Kaltim, kemarin.

Ia mengatakan, untuk mengetahui kemampuan guru, maka dilakukan tes kemampuan TOEIC yang kisaran skornya antara 10 sampai 990, dengan 200 soal yang diberikan. “Untuk di Kaltim, melalui dana school grant dilakukan kegiatan peningkatan mutu guru sekaligus tes kemampuan TOEIC yang akan dilaksanakan hari ini (kemarin, Red.). Sifat tes ini hanya melihat seberapa besar kemampuan guru. Inilah yang menjadikan acuan bagi daerah untuk meningkatkan mutu guru,” tutur Mangasa didampingi instruktur Bahasa Inggris lainnya Siti Fatimah Yuliani SPd.

Hanya saja, kata dia, kegiatan peningkatan mutu guru tersebut skup untuk peningkatan kemampuan bahasa Inggris cukup terbatas. Sebab, materi yang diberikan juga terkait cara mengajar. “Saya kira tidak banyak membantu dalam tes TOEIC nanti,” sebutnya.

Ia juga memperkirakan tes TOEIC yang diberikan untuk 122 guru bahasa Inggris SMK se-Kaltim hanya 20 persen saja yang bisa mendapatkan skor 600. “Kondisi ini tak akan jauh berbeda dengan rata-rata di Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, tes TOEIC yang baru pertama tahun ini dipusatkan di dua kota yakni Samarinda dan Balikpapan. Di Samarinda yang dilaksanakan di Balai Latihan Teknologi Pertanian Sempaja khususnya guru yang berdomisili di wilayah utara Kaltim. Seperti Kubar, Kukar, Bontang, Sangatta dan Samarinda. Sementara di Balikpapan meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Pasir.

Kasi Dimenjur Diknas Kaltim Harimurti mengatakan, untuk wilayah Tarakan, Nunukan Tanjung Selor dan Berau sudah dilaksanakan tesnya. “Dari 17 guru yang mengikuti tes TOEIC ternyata hanya 4 orang saja yang bisa mendapatkan skor 600. Sementara yang lain hanya memiliki skor 400,” katanya.

Karena itu, Harimurti mengatakan untuk peningkatan mutu guru ini adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat. “Pemda (pemerintah daerah) yang harus berperan dalam peningkatan mutu guru ini,” tandasnya.

Ia mengatakan, masih rendahnya nilai TOEIC ini tak lepas dari tes penerimaan guru yang selama ini hanya memberikan materi umum. “Seharusnya minimal 70 persen dari soal yang diberikan merupakan bidang khusus yang akan digeluti,” tegasnya.

Tips mengerjakan tes Toeic 

Write Your Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: