Generasi baru tes TOEFL ini mulai diperkenalkan di Amerika Serikat sejak September 2005 yang lalu. Versi baru ini dikenal dengan nama NG-TOEFL (Next Generation-Test of English as a Foreign Language), yang belakangan lebih populer dengan sebutan iBT-TOEFL (Internet-Based Test). Peluncuran tes ini di negara-negara seperti Kanada, Perancis, Jerman, dan Italia dilakukan satu bulan berikutnya, yaitu Oktober 2005, sedangkan untuk negara-negara lain di dunia, termasuk Asia, baru mulai disosialisasikan di tahun 2006 ini.

Informasi kemampuan Bahasa Inggris lewat tes TOEFL sangat diperlukan oleh banyak perguruan tinggi di dalam dan luar negeri dalam rangka mempertimbangkan penerimaan calon mahasiswa baru. Bahkan, ada lebih dari 5000 akademi, universitas, maupun lembaga lain di 90 negara di dunia memanfaatkan skor TOEFL sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, TOEFL generasi baru ini segera mendapat sambutan hangat dari semua yang sejauh ini berkepentingan dengan skor TOEFL.

iBT-TOEFL memang dianggap lebih handal dalam mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang dalam setting akademik karena, berbeda dari tes TOEFL sebelumnya (Paper-Based maupun Computer-Based TOEFL) yang mengukur kemampuan bahasa Inggris pasif seseorang, iBT-TOEFL mengukur kemampuan berbahasa Inggris aktif peserta. Semua aspek berbahasa, yaitu berbicara, menyimak, membaca, dan menulis (speaking, listening, reading, dan writing) diujikan secara terintegrasi. Misalnya, untuk mengerjakan tes Speaking atau Writing, peserta harus terlebih dulu membaca sebuah teks dan mendengarkan ceramah pendek. Baru setelah itu peserta diminta memberikan komentar secara lisan atau tulisan tentang apa yang baru dibaca dan didengar. Jadi, tidak ada lagi pengukuran kemampuan aspek bahasa yang dilakukan terpisah-pisah, seperti tes reading saja atau grammar saja. Tentu saja waktu pelaksanaan tes secara keseluruhan akan memakan waktu relatif lebih lama, bila dibandingkan dengan TOEFL model lama, yaitu kurang lebih empat jam.

Dalam jenis tes TOEFL sebelumnya, kemampuan berbicara, juga menulis, diujikan terpisah atau, bahkan, tidak diujikan sama sekali karena untuk tes itu dibutuhkan paling tidak dua penguji yang mewawancarai peserta tes. Namun, dengan kecanggihan teknologi internet saat ini, pada saat tes berbicara, peserta iBT-TOEFL akan mengenakan headphone dan microphone untuk merespon soal yang diberikan. Jawaban akan terekam secara digital dan ditransmisikan secara on line ke ETS’s Online Scoring Network untuk dinilai oleh tim penilai yang profesional. Tim ini secara ketat dimonitor oleh pihak ETS untuk mendapatkan reliabilitas hasil penilaian, sehingga peserta tes dan lembaga dan universitas yang memanfaatkan skor TOEFL tidak perlu meragukan kehandalan skor iBT-TOEFL. Pihak ETS akan memberikan informasi skor yang komprehensif, yang mencakup skor keempat ketrampilan bahasa dan skor total.

Mengingat model tes semacam ini masih sangat baru, ETS menyediakan sampel tes yang dapat dilihat secara gratis di http://www.ets.org/toefl. Selain itu, sebelum mengambil iBT-TOEFL yang sesungguhnya, peserta dapat pula mencoba latihan tesnya. Informasi lebih lanjut mengenai latihan tes ini bisa diperoleh di http://www.ets.org/toeflpractice.

Satu Tanggapan

  1. Apakah yang dimaksud dengan “extensive listening” dan apa perbedaan dengan “intensive listening”?

Write Your Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: