Peran Bahasa Inggris pada Keseimbangan Budaya Global (bagian 2)

Amerika dan Bahasa Inggris

Status Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional hari ini tentunya tak terlepas dari fakta bahwa Inggris sebagai sebuah negara dahulunya adalah sebuah negara adi daya dengan wilayah jajahan yang sangat luas didunia. Tidak sebagaimana halnya pola hubungan antara Inggris sebagai sebuah negara adi daya dan tersebar luasnya penggunaan Bahasa Inggris, hubungan antara Amerika sebagai sebuah negara super power dan semakin meningkatnya penggunaan bahasa Inggris yang merujuk kepada Amerika sebagai sebuah entitas peradaban dan kebudayaan hari ini tidaklah didasari pada pola yang sama. Fakta bahwa Amerika adalah sebuah negara super power disertai dengan keberhasilannya mengelola sumber daya yang dimilkinya secara relatif efektif menjadi daya tarik yang kuat bagi banyak orang, utamanya kaum muda, di berbagai negara di dunia untuk mengidentifikasikan dirinya baik secara linguistik dan budaya atau sekedar budaya saja dengan Amerika.

Proses pengidentifikasian diri ini pada umumnya cenderung berlangsung secara tidak sadar dimana tindakan pengidentifikasian diri tersebut diambil lebih karena tekanan lingkungan yang secara terus menerus mengekspos orang dengan budaya hidup yang identik dengan Amerika. Teman sekolah/kuliah, rekan sekantor, tetangga, tokoh, artis, dan terlebih lagi media elektronik semuanya memberikan tekanan psikologis yang kuat untuk mengikuti budaya hidup global ini. Walaupun sebagian besar dari orang yang mengadopsi budaya hidup global ini sangat mungkin tidak memahami Bahasa Inggris, lapisan pertama dari orang-orang ini, terutama dari kalangan media massa dan bisnis lokal (di luar Amerika), adalah orang-orang yang secara linguisitik dan budaya memahami dengan baik fenomena budaya hidup global ini.

Disinilah kita melihat peran Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional menjadi elemen penting yang memperkokoh keberadaan Amerika sebagai sumber rujukan budaya global dunia.

Pada hari ini fenomena budaya hidup global model ini bukan hanya melanda negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga negara-negara maju seperti Jepang, Perancis, dan bahkan Inggris sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya–tentunya dengan kadar penerimaan dan benturan budaya yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang dan sikap politik masing-masing negara. McDonald, sebuah usaha bisnis makanan yang berasal dari Amerika, telah menjadi budaya makan yang masuk ke Perancis, sebuah negara yang sesungguhnya masih tetap berusaha menjadikan Perancis sebagai sumber budaya global dunia melalui program-program Francophone nya. McDonald juga masuk ke Inggris, mantan negara adi daya dunia, meskipun negara ini sesungguhnya juga masih gencar menjalankan program-program pengajaran Bahasa Inggris dan pertukaran budaya di luar negeri.

Contoh lain adalah budaya musik dan perfilman dunia dimana kita lebih banyak terekspos dengan insan musik dan perfilman dari Amerika ketimbang mereka yang berasal dari negara-negara lain. Siapa yang tidak mengenal Micahel Jackson, Britney Spear atau Steven Spielberg, semuanya dari Amerika. Kita pada umumnya akan terpaksa berpikir keras apabila diminta untuk menyebutkan nama-nama insan perfilman atau musik asal negara lain. Hal unik lainnya dijumpai dalam dunia olahraga. Dengan kemampuan tekhnologi canggihnya dan disampaikan dalam Bahasa Inggris, beberapa jenis olahraga yang khas Amerika seperti tinju, gulat ala WWF (Wrestling), dan bola keranjang yang identik dengan NBA menjadi fenomona global dan selalu menjadi menu berita media massa di berbagai belahan dunia. Sebaliknya sepak bola yang telah sangat lama menjadi olah raga masyarakat dunia sampai hari ini bukanlah suatu jenis olahraga yang populer di Amerika. Kalau dibandingkan, American football yang merupakan sepak bola ala Amerika lebih populer ketimbang sepak bola.

Write Your Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: