Perbedaan skor AcEPT dan TOEFL

Bagi para calon mahasiswa S2/S3 UGM, kesulitan mencapai skor TOEFL/AcEPT yang telah ditetapkan UGM menjadi kendala tersendiri yang harus dicari pemecahannya oleh para calon mahasiswa program S2/S3 ini. Sebenarnya antara TOEFL (paper based)  dan AcEPT tidak ada yang perlu dicemaskan. Semuanya memiliki karakter  sendiri-sendiri. Yang penting, para calon mahasiswa harus mengenal betul masing-masing karakter ini sehingga tidak terjebak dalam  kecemasan yang berlebihan. Berikut ini kami turunkan artikel kecil mengenai TOEFL versus AcEPT.

TOEFL adalah Test of English as a Foreign Language atau Tes Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tes ini mengujikan 3 kemampuan bahasa, yakni: Listening (50 butir soal), Structure (40 butir soal), dan Reading (50 butir soal). Tes ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena dirancang untuk para mahasiswa yang hendak belajar di Amerika dan Kanada. Pembuat soalnya pun berasal dari Amerika Serikat; sementara AcEPT  merupakan Academic English Proficiency Test yang mengujikan 5 kemampuan bahasa, yakni: Listening (20 butir soal), Vocabulary (30 butir soal), Structure (40 butir soal), Reading (40 butir soal) dan Composing Skill (40 butir soal). Tes ini juga memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, hampir setara dengan TOEFL. Tes disusun oleh tim pembuat soal dari UGM. Dalam tabel, perbedaan TOEFL-AcEPT bisa digambarkan sbb:

Dari segi peluang untuk mendapatkan skor dapat diperkirakan sebagai berikut:

(1) Peserta tes yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang tidak memadai akan kesulitan mendapatkan skor yang ditetapkan UGM, yakni S2 (TOEFL 450 atau  AcEPT 210) dan S3 (TOEFL 500 atau AcEPT 250).

(2) Peserta tes dengan kemampuan memadai diperkirakan akan mampu mendapatkan skor TOEFL 450 atau AcEPT 210 untuk program S2, atau  TOEFL 500 atau AcEPT 250 untuk program S3.

(3) Bagi peserta dengan kemampuan terbatas yang gagal mendapatkan TOEFL 450 jika diberikan treatment berupa pelatihan bahasa Inggris 2 bulan, mungkin akan tetap mengalami kesulitan karena peserta ini akan terkendala kesulitan Listening yang memerlukan pembiasaan dalam waktu yang relatif lama; sementara bagi peserta yang gagal mendapatkan skor 210 jika diberikan treatment berupa pelatihan bahasa Inggris 2 bulan peluang untuk berhasil mendapatkan skor 210 terbuka, alasannya:

  • Tingkat kesulitan soal Listening dalam tes AcEPT lebih rendah disbanding soal Listening dalam tes TOEFL. Jumlah soalnya pun lebih sedikit, sehingga para peserta yang memiliki kesulitan dalam bagian ini masih terbuka untuk mendapatkan skor yang diharapkan asal memiliki kemampuan Reading yang memadai.
  • Soal Vocabulary cakupannya terbatas pada teks-teks yang berhubungan dengan artikel penelitian atau jurnal internasional, sehingga peserta yang terbiasa membaca artikel-artikel di jurnal ilmiah internasional akan mendapatkan kemudahan mengerjakan bagian ini.
  • Soal reading hampir sama seperti soal Reading dalam tes TOEFL. Selama ini kekuatan para calon peserta tes TOEFL adalah pada bagian Reading, sehingga jika para peserta belajar dengan benar, dan berhasil meraih nilai maksimal pada soal Reading akan banyak membantu pencapaian skor 210 dalam tes AcEPT.
  • Soal Structure hampir sama dengan soal Structure dalam tes TOEFL. Calon peserta tes yang memiliki persiapan baik, akan kemungkinan besar akan dapat mengerjakan bagian ini dengan cukup mudah.
  • Soal Composing Skill, memuat kemampuan peserta tes mengenali komposisi kalimat. Jika peserta tes memiliki pengetahuan tatabahasa yang baik, dan memiliki kemampuan reading yang memadai, bagian ini akan menjadi mudah diatasi.

(4) Untuk lebih memantapkan persiapan tes AcEPT, disarankan peserta memahami petunjuk pengerjaan soal (lihat artikel berjudul ‘Mengenal  Lebih Dekat tes AcEPT’ dalam blog ini). Disarankan, apabila ada kursus AcEPT yang ditawarkan PPB UGM, peserta dapat mengikuti pelatihan ini karena akan sangat membantu membiasakan diri dengan tes AcEPT.

(5) KUNCI KEBERHASILAN: Anda tahu apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tes dan bagaimana mempersiapkannya.

(6) Language Corridor telah membuka Kursus AcEPT On-line yang dirancang secara step by step untuk membantu para calon mahasiswa S2/S3 UGM mempersiapkan diri menghadapi tes  AcEPT.

Source: http://adisutrisno.com/books/sekilas-toefl-versus-acept/

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih sangat bermanfaat untuk diketahui untuk pembelajar bahasa Inggris.

Write Your Comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: